Waktu
memang tidak bisa disalahkan dengan apa yang sudah kita alami ini. Keadaan pun
tidak punya andil dalam terpisahnya 2 insan yang saling menyayangi. Ke egoisan
lah yang menguasai, yang menyebabkan terpisahnya kita.
Cinta
memang tidak bisa dipaksakan. Butuh saling mengerti untuk bisa bertahan.
Satukan visi untuk masa depan. Bukan sekedar kebahagiaan yang ingin dicapai.
Awal
saya mengenal mu, kamu begitu muda, rapuh, dan butuh perhatian. Entah apakah
saya datang di waktu yang tepat? Entah apakah saya bisa mengeobati hati mu yang
saat itu sangat begitu rapuh? Waktu telah memberika kepada kita kesempatan
untuk saling mengenal dan memahami satu sama lain.
Seiring
berjalan nya waktu. Rasa cemburu mulai membelenggu. Rasa ingin memiliki begitu
menggebu. Tak rela dirimu dekat dengan lelaki lain. Namun, saya tau rasa ini
salah, dan saya tau jika rasa ini dipaksakan akan ada hati yang terluka. Saat
tidak ada kabar darimu serasa ada yang hilang. Apa sebenarnya ini? Rasa nya
tidak nyaman? Rasa-rasanya seperti pernah merasakannya.
Yap,
perdebatan diantara kita pun tidak bisa dihindari. Mencari jalan untuk bisa
selalu bersama. Namun apa daya, saya tidak mau melukai mu lebih jauh. Jarak
yang memisahkan, dan rasa ingin memiliki dirimu yang begitu sangat besar hingga
dibutakan nya hati ini. Saya tidak mau apa yang terjadi di masa lalu menimpa
dirimu.
Cukuplah
rasa ini ku pendam. Kamu pun tau perasaan ini. Andai ada solusi untuk kita.
Bukan perpisahan seperti ini yang saya ingin. Seperti batu yang dilempar ke
tengah lautan, tidak mungkin untuk diambil. Penyesalan kini menghantui,
membayangi setiap ku ingat dirimu. Begitu sesak di dada ini, penuh dengan
kekecewaan dan penyesalan. Sempat terfikir “Kenapa saya tidak bertahan? Dia
sudah meyakinkan saya untuk bertahan dan menjalani ini hingga akhir” di lain
sisi berkata “Untuk apa bertahan? Dia tidak bisa saya miliki seutuhnya”
Mencari
jawaban dikesendirian. Menyibukan diri untuk sebuah ketenangan. Alasan
sebenarnya adalah menghindari rasa sakit yang sudah tertoreh. Menghindari
masalah yang sama bukan sebuah solusi. Solusi untuk masalah kita adalah
membuang rasa egois dalam diri kita. Terbuka satu sama lain mengenai perasaan
kita. Menceritakan apa yang kita ingin dan pinta dari diri kita masing-masing.
Andai kita dipertemukan sekali lagi. Semua resah mu
tentang kehadiran diriku akan ku tepis. Pertanyaan-pertanyaan mu “Untuk apa aku
datang? Kenapa aku pergi dan meninggalkan lagi luka yang sama di hatimu?”,
semua akan ku jawab dihadapan mu.
